SMKN6 Logo

SMK NEGERI 6

MALANG


Belajar dari Pandemi, Pembelajaran Tatap Muka Selamatkan Kesehatan Mental Siswa

Pandemi Covid-19 menyebabkan sekolah-sekolah tutup yang mengancam hasil pembelajaran dan kesehatan mental siswa. Pembukaan sekolah tetap harus diprioritaskan.

1 menit baca

Daffy (kiri) dan Rhea yang sedang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) di teras rumahnya di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, pada 1 November 2021. Selain PJJ, Daffy dan Rhea juga mengikuti pembelajaran tatap muka secara terbatas yang dilaksanakan seminggu sekali. Tidak stabilnya sinyal internet masih menjadi kendala saat mengikuti PJJ.

Pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 sempat jadi perdebatan terkait keselamatan siswa akibat pesatnya penyebaran virus korona. Pengalaman global saat sekolah-sekolah terpaksa tutup memberi pembelajaran pentingnya mengatur ada sekolah tatap muka karena memengaruhi kesehatan mental anak-anak.

Di Indonesia, pemberlakuan pembelajaran jarak kauh (PJJ) akibat sekolah tutup diberlakukan mulai Maret 2020. Menjelang tahun ajaran baru pada Juli 2020, muncul pro-kontra untuk tetap PJJ atau sekolah tatap muka.

Sementara sejumlah negara pada Juni 2020 ada yang mulai membuka sekolah ketika pemerintah telah menyiapkan kebijakan ketat pada setiap pergerakan masyarakat.

Kemudian di Indonesia ada kebijakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) demi menghindari learning loss atau ketinggalan pembelajaran dan memulihkan kesehatan mental anak. Penutupan sekolah berlangsung di kisaran 18-21 bulan selama status pandemi Covid-19 belum dicabut.