Digitalisasi Pendidikan Tak Sekadar Pengadaan Perangkat
Terdapat hampir 3.000 orang pengembang teknologi pembelajaran di Indonesia. Mereka harus terhubung dan berkolaborasi untuk digitalisasi pendidikan.
Mariam mengajar mata pelajaran Matematika secara daring dalam pembelajaran jarak jauh di ruang kelas yang kosong di SD Negeri 02 Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, 2 Februari 2021.
JAKARTA, KOMPAS — Digitalisasi pembelajaran tidak hanya dimaknai sebagai penyediaan perangkat, tetapi juga penguatan ekosistem pembelajaran secara menyeluruh. Para pengembang teknologi pembelajaran harus terus berinovasi dan berkolaborasi menciptakan ekosistem tersebut.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Yudhistira Nugraha mengatakan, untuk mewujudkan ekosistem digital yang baik itu tidak hanya dilakukan oleh Kemendikdasmen, diperlukan kolaborasi berbagai pihak. Jumlah pengembang teknologi pembelajaran di Indonesia mencapai hampir 3.000 orang yang tersebar di sejumlah kementerian dan lembaga, mereka harus terhubung dan berkolaborasi.
”Peran mereka sangat penting dalam mendukung pergeseran paradigma pendidikan dari schooling menuju learning. Pembelajaran tidak lagi terbatas pada ruang kelas, tetapi dapat berlangsung di mana saja dan kapan saja. Dengan pendekatan learning, proses belajar bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun,” kata Yudhistira dalam keterangan pers, Selasa (23/12/2025).
