SMKN6 Logo

SMK NEGERI 6

MALANG


Rendahnya Hasil TKA Bukan Kemerosotan Mendadak

Hasil TKA siswa SMA sederajat belum mencerminkan mutu pendidikan. Pemerintah harus memastikan layanan pendidikan untuk siswa di mana pun bermakna dan berkualitas.

1 menit baca

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA

JAKARTA, KOMPAS — Rendahnya nilai rata-rata tes kemampuan akademik atau TKA jenjang sekolah menengah atas dan sederajat di Indonesia dinilai bukan gejala kemerosotan mendadak kemampuan akademik siswa. Hal ini dinilai merupakan cerminan dari persoalan struktural yang lama mengendap sejak pendidikan dasar. 

Hasil rerata tes kemampuan akademik jenjang sekolah menengah atas/sekolah menengah kejuruan dan sederajat dibuka bagi publik dan dapat diakses mulai Jumat (26/12/2025) melalui laman tka.kemendikdasmen.go.id/hasiltka. Hal ini merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada publik.

Dari data tersebut terlihat, rerata mata pelajaran wajib dan sebagian besar mata pelajaran pilihan tidak mencapai 60, terutama untuk mata pelajaran terkait bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) serta bahasa asing.

Rerata nilai mata pelajaran TKA wajib, seperti sudah diumumkan, amat rendah. Rerata nilai Bahasa Indonesia (54,21), Bahasa Inggris (23,19), dan Matematika (35,35). Adapun mata pelajaran pilihan terkait bidang STEM juga rendah, terlihat untuk rerata Matematika Lanjut (39.35), Fisika (36.57), Kimia (35,42), dan Biologi (53,90).